Victoria’s Secret Tutup 250 Toko

Salah satu brand pakaian dalam ternama Victoria’s Secret mengungkapkan dalam beberapa bulan ke depan akan menutup beberapa tokonya di Amerika dan Kanada. Sebanyak 250 toko akan ditutup, dan tidak menutup kemungkinan lebih banyak yang akan ditutup di tahun mendatang.

Kabar mengejutkan ini diungkap oleh Stuart Burgdoerfer, Direktur Keuangan Victoria’s Secret. Stuart mengatakan bahwa ini “keputusan yang sangat penting”, demi “memperkuat” image merk tersebut seperti dikutip dari CNN. Berita ini muncul seminggu setelah merk L mengalami kerugian dan terancam bangkrut.

Kuater pertama tahun 2020 merk L hanya mendapatkan keuntungan bersih sebesar 37,1 persen dari 1,6 miliar dollar target mereka. Seperti halnya perusahaan lain yang terdampak covid 19, merk L juga mengalami hal serupa, akibat adanya lockdown di beberapa negara.

Merk ini telah berjuang maksimal dalam beberapa tahun ini untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen demi mempertahankan keuntungan perusahaan. Selain itu Victoria’s Secret juga mendapatkan banyak kritik terkait design mereka yang terlalu seksi.

November tahun lalu, Victoria’s Secret memutuskan untuk membatalkan peragaan busana tahunan mereka yang selama ini menjadi salah satu kegiatan andalan mereka untuk memperkuat posisinya di industri fashion. Pembatalan ini terpaksa dilakukan akibat kondisi keuangan yang mengalami defisit, dan juga untuk mengubah strategi pemasaran mereka di dunia. Kurnia Prawitasari/FashionDaily.id/23052020

Artikel: www.fashionunited.uk
Image: L Brands, www.wikipedia.org

fashiondaily.id is an online magazine, that captures daily updates on fashion lifestyle trends.

Menu

More Stories
Adidas x Meissen ZX8000 Siap Dilelang