Kembalinya Sang Legenda, “Sultan Pizzeria”

Berbicara hal terkait pizza dan pasta, tentu semua orang sangat mengenal makanan khas Italia ini. Bahkan makanan ini bukan hanya mendarah daging di negara asalnya saja, tetapi pizza dan pasta sudah tersebar ke berbagai belahan dunia, bahkan di Indonesia juga telah menjadi salah satu makanan favorit. Saat ini mungkin banyak Kaum Millenial yang hanya mengenal beberapa jenis Brand Pizza Internasional yang Namanya sudah cukup dikenal di Indonesia. Tetapi, ada baiknya kita mengenal dan merasakan suatu jenis pizza yang sangat autentik dan pernah ada dahulu di Jakarta dengan rasa yang dijamin akan membuat anda semua enggan beranjak dari tempat anda mencicipinya. Apalagi kalo bukan Sang Legenda “Pizzaria” yang sekarang bernama “Sultan Pizzeria”.

Sekilas tentang Sang Legenda ini, yang sangat terkenal di tahun 1970-1990-an. Dulu di tahun tersebut, mungkin hanya ada 1 (satu) pizza autentik yang ada di Jakarta, yang bukan “franchise” dari luar negri. Ini adalah cita rasa lokal yang benar-benar indah dikemas dengan balutan Italia asli. Tentu, semuanya akan mengingat era kejayaan tersebut, dimana dahulu terkenal satu-satunya pizza yang ada di hotel Hilton ( yang sekarang menjadi “The Sultan Hotel & Residence, Jakarta”). Suatu hal yang tidak akan terlupakan dan tidak akan lekang oleh waktu, selalu ditunggu karena ketajaman rasa nya. Pada masanya, “Pizzaria” namanya, merupakan salah satu tempat favorit untuk berkumpul, bersenda gurau, sambal menikmati “live music” dan tidak ketinggalan menikmati pizza dan pasta- nya sebagai menu andalan yang layak dicoba.

Seperti halnya di era tersebut, Lokasi Pizarria masih tetap berada pada Hotel Sultan, sehingga hal ini menarik Tim Fashiondaily untuk menjajal Kembali cita rasa tersebut. Pizzaria yang hadir Kembali dengan nama “Sultan Pizzeria” hadir dengan konsep yang tetap menampilkan suasana seperti masanya dahulu, yakni gembira dan memang khusus sebagai tempat menikmati pizza dan pasta sebagai andalannya. Ketika pertama kali tiba di lokasi Hotel dan bahkan saat memasuki lokasi “Sultan Pizzeria”, kita akan tetap memulai semuanya dengan protokol Kesehatan yang benar-benar sesuai dengan standar Pemerintah, mulai dari pemakaian masker, pemeriksaan suhu badan dan kegiatan mencuci tangan dengan sabun dan antiseptik. Sungguh, The Sultan Hotel & Residence Jakarta benar-benar patut ditiru dalam hal penerapan protokol Kesehatan.

Menurut “Fintan O’Doherty, General Manager The Sultan Hotel & Residence Jakarta”, Seluruh manajemen selalu menerapkan protokol Kesehatan terutama dalam memasuki masa “New Normal”. Terutama pada Restauran Baru “Sultan Pizzeria”, sehingga konsep “outdoor, happiness” lebih terasa dengan keamanan dan kebersihan yang terjaga serta pembatasan yang sesuai protokol. Adapun pembukaan “Sultan Pizzeria” hanya pada akhir pekan yakni Jumat hingga hari Sabtu, sehingga disebut “Flash Restaurant” ujarnya. Intinya konsep yang diinginkan oleh pihak The Sultan Hotel & Residence Jakarta adalah memberikan kenyamanan kepada semua customer pada setiap unit bisnis terutama bagi penikmat pizza di lokasi “Sultan Pizzeria”.

“Sultan Pizzeria” menyuguhkan suasana indah dengan ambience yang mengambil konsep Pesta Taman. Para Tamu dapat menikmati lokasi dengan pohon-pohon rindang sembari menunggu hidangan pada meja-meja taman yang berbentuk bulat dan teduh dengan latar belakang taman dan air mancurnya. Suasana yang menyerupai Pulau Dewata Bali dengan pohon-pohon besar yang diikatkan kain hitam putih dan berbagai arca menjadikan lokasi ini seperti Bali yang ada di Jakarta. Terutama pada saat mulai jam menunjukkan pukul 18.00 WIB dimana lampu-lampu taman akan mulai dinyalakan dan menambah unsur etnik dan romantis yang tidak terlupakan. Kesigapan Para Pelayan juga tidak diragukan lagi dalam melayani Para Customer. Konsep memang banyak berubah dikarenakan situasi pandemik saat ini, sehingga hiburan tidak diperbolehkan tetapi tetap kita disuguhkan oleh alunan lagu-lagu merdu yang diputar dari kompilasi CD dari era 1970-1990an yang membuat semua terasa seperti Kembali ke masa itu. Benar-benar “Sultan Pizzeria” mengingatkan Kembali pada masa kejayaannya dahulu sebagai “Legend”-nya Pizza.

“Sultan Pizzeria” menampilkan beberapa menu pizza dan pasta andalan yang mungkin di setiap restauran lain ada, namun menu itulah yang menjadi hits dan trend pada jamannya, seperti “Pizza Marinara & Meat Lovers”. Justru disinilah keunikannya dimana ketenaran rasa pada “zaman keemasannya” tersebut harus tetap digali dan dipertahankan dengan paduan konsep yang lebih baru. Tekstur pizza yang harus terpanggang sempurna, cara mengolah adonan hingga ketepatan pembakarannya di suhu yang tinggi menjadi suatu tantangan terbesar untuk Kembali menampilkan cita rasa “Sang Legendary Pizza”.

“Pizzaria” (sebutannya pada masanya) yang sekarang disebut “Sultan Pizzeria” ini memang telah membuktikan kepiawaiannya sejak dahulu yang menghadirkan sebuah kreasi murni sang masterpiece dengan adonan yang terpanggang dengan sempurna, rasa tomat nya yang kuat dan berbagai bahan-bahan topping yang segar dan “bersatu” dengan cita rasa Pizza yang “sangat khas Italia”.

Keunikan dari “Sultan Pizzeria” adalah dari cara memasaknya yang terbilang cukup menarik. Yakni dengan menggunakan pembakaran “wooden oven” yang sudah dimodernisasi namun masih menggunakan kayu bakar khas yang menghasilkan aroma pengasapan yang bisa dirasakan di pizzanya. Aroma inilah yang menambahkan hasrat untuk segera menyantap Pizza yang “crunchy”, smooth dan benar-benar menghasilkan tekstur yang indah karena proses kematangannya yang terlihat dari warnanya. Mungkin bahan-bahannya sekarang dapat dibeli dimana saja dengan mudah, namun kembali lagi cara mengolahnya, “topping dan dressing pizza” sebelum dibakar hingga pada saat pembakarannya yang harus dijaga dengan ketat dengan suhu yang sangat tinggi, agar hasilnya sempurna. Memasak Pizza ini memang membutuhkan keahlian lebih, pengaturan waktu harus tepat, agar tidak gosong dan tidak hancur. Letak seni nya adalah kemampuan untuk memksimalkan pembakaran, tetapi tidak berlebih untuk mempertahankan tekstur kematangannya.

Sangat diperlukan “skill” yang benar-benar fokus dengan adanya seorang ahli di bidangnya. Hal ini memang dibuktikan oleh Chef “Sultan Pizzeria” langsung di depan mata tim fashion daily pada saat itu. Sang Chef harus dapat membuktikan kepiawaiannya untuk menghasilkan suatu “masterpiece” yang pernah dihasilkan di tahun 1970-1990-an tersebut bahkan dituntut lebih dikarenakan era modernisasi zaman milenial ini. Setidaknya kenangan dan berbagai “taste” dari tahun yang lampau tetap menjadi nostalgia abadi di setiap perpaduan rasa dengan cita rasa millennial. Hal ini memang tidaklah gampang, ini lah tantangan yang harus dihadapi Chef sendiri dikarenakan para pecinta “Pizzaria di masa lalu “mungkin sampai saat ini masih bisa merasakan rasa pizza, aroma kayu bakar, hingga venue yang dahulu pernah ada.

Sebagai tambahan yang unik dan utama bahwa sesuai tema menyambut 17 Agustusan pada tahun 2020 ini, dengan adanya “Pizza Dabu Dabu”, dan buat mereka yang tidak dapat makan daging juga disediakan “Pizza Vegetarian”. Sedangkan pasta yang amat digemari pada saat itu adalah “Spaghetti Carbonara dan Spaghetti Marinara”. Menu-menu inilah yang kini dihadirkan kembali sebagai menu “Piece de Resistance” nya. “Piece de Resistance” adalah suatu inti utama yang tidak boleh hilang dan tetap menjadi rasa yang kuat walau bercampur dengan berbagai toping dan pelengkap”.

Aroma kayu bakar yang khas, meresap ke dalam adonan pizza tersebut yang bercampur dengan semua rasa yang ada seperti “tomato Base”, berbagai toping seperti sosis, daging cincang, salami, pepperoni dan keju dengan kehalusan pizza yang berhasil menciptakan rasa yang telah lama hilang tersebut, yakni keindahan “Pizzaria, The Legend”. Lelehan keju yang cair terasa membasahi lidah hingga tenggorokan pada gigitan pertama membuat semua rasa bercampur menjadi satu. Pinggiran “thin crust” yang tidak gosong namun tetap renyah membuat pizza tersebut dapat dimakan hingga gigitan terakhir. Perpaduan seni yang benar-benar menyatu dengan berbagai kenikmatan pada indra pengecap pada saat semua bahan menyatu.

Chef Andry dari “Sultan Pizzeria”, benar-benar telah berhasil membuktikan kepiawaiannya. Ia dapat membuat Kami dari Tim Fashiondaily.id kembali ke masa lalu, masa kecil yang bahagia setiap kali datang ke Pizzaria dahulu, menikmati hidangan pizza dengan keju yang meleleh yang ditaburi “chilly flakes” dan parutan keju parmesan. Hal ini benar-benar membuat kami sangat “thrilled” untuk memulai dari gigitan pertama hingga terakhir hingga membuat diri menjadi terharu dan “goosebumps” dengan rasanya. Tidak ada satupun rasa yang terlalu “over powering”, atau terasa hambar, semua tercampur dengan sempurna pada setiap gigitan, yang membuat kita “craving for more”.“Taste bud” kita disini akan dibuat menari-nari dengan indahnya.

Tidak terkecuali dengan jenis pizza yang lainnya, termasuk pizza Dabu-dabu yang dibuat. Chef Andry, benar-benar sangat berani membuat pizza dengan cita rasa lokal tetapi unsur Italia nya tidak hilang. Ingat, di sini kita tidak boleh terperangkap dengan stigma bahwa dabu-dabu itu “pedas”, lihat dari bahan yang digunakan, adanya penggunaan tomat segar yang manis dan yah benar-benar manis, tomat ini pastilah pilihan terbaik Sang Chef, karena tidak ada rasa asam sama sekali. Dabu-dabu yang sering kita makan rasanya asam pedas, namun keasaman pada pizza disini diolah secara tepat oleh Chef Andry menjadi topping diatas pizza yang sudah matang sebagai “garnish” seperti acar yang menggunakan irisan cabai dan irisan bawang merah yang “thin sliced” membuat hasil akhirnya adalah nonetheless “Perfectly Combined”.

Kehebatan Chef Andry sangat teruji dalam mengolah “tomato basenya”, sehingga rasa asam tomat sama sekali tidak terasa, terutama pada pizza Marinara. Pizza ini adalah jenis “pizza seafood”yang menggunakan tomato base, udang segar, cumi segar, kerang hijau yang sangat ‘juicy’. Bahan-bahan memang dipilih yang paling fresh oleh Chef sendiri untuk menjamin kualitasnya. Rasa umami dan rasa seafoodnya terpadu sangat harmonis dan yang paling utama adalah “tidak berbau amis”. Untuk memasak makanan berbahan seafood, perlu diperhatikan tingkat kematangan dengan presisi yang sempurna karena sangatlah kritikal (terlalu lama dimasak bisa menjadi keras dan kenyal, terlalu cepat diangkat masih terasa mentah).

Berikutnya kita lanjut ke pastanya, nah ini dia, biasanya jika kita makan pasta dengan menggunakan “cream base” yang kita rasakan setelah beberapa suap adalah kenyang dan ‘begah’. Namun keahlian sang maestro kembali diuji disini, bagaimana caranya supaya semua rasa itu tercampur dengan indah dan menghasilkan rasa yang sempurna. Pasta ini adalah Spaghetti Carbonara. Begitu pula dengan Spaghetti Marinara-nya, dibuat dengan Teknik seni yang bermutu tinggi. Semua jenis seafood seperti udang segar, cumi dan kerang hijau bercampur dengan “tomato Base” menciptakan sensasi tersendiri saat menikmatinya. Sungguh suatu padanan pasta yang nikmat dan menggiurkan.

Overall, Tim Fashiondailly.id memberikan “two thumbs up” and “BRAVO” untuk “Chef Andry” yang dapat menghasilkan suatu “masterpiece” seperti ini. Rasa Pizzaria jaman dulu yang sangat kita idamkan yang sempat menghilang beberapa dekade lamanya, kini hadir lagi di tahun 2020 dengan sangat ‘humble’ dengan nama “Sultan Pizzeria”. Semoga di permulaan “New Era” ini, nama “Sultan Pizzeria” juga akan Kembali melambung seperti beberapa dekade dahulu. Sukses terus untuk “Sultan Pizzeria”, terutama “The Sultan Hotel & Residence Jakarta”.

Content Writter (Co-Founder) : Dupa Andhyka S Kembaren, Food Enthusiast : Rd. Gestino Rivaldo R, Executive Producer – Editor (Founder): Anak Agung Narendra Putra, www.fashiondaily.id, 22082020

fashiondaily.id is an online magazine, that captures daily updates on fashion lifestyle trends.

Menu

More Stories
Lisa Blackpink Duta Perhiasan Bvlgari