Pierre Cardin Tutup Usia

Industri fashion berduka. Salah satu perancang busana handal pergi meninggalkan kita.

Pierre Cardin, meninggal dunia di usia 98 tahun pada 29 Desember 2020. Berita duka disampaikan oleh Akademi Seni Rupa Perancis melalui sebuah pernyataan resmi.

“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi seluruh keluarga kami, Pierre Cardin sudah tiada.”

“Kami semua bangga dengan ambisinya yang teguh dan keberanian yang dia tunjukkan sepanjang hidupnya,” demikian isi pernyataan tersebut.

Kepada kantor berita Agence France-Presse, pihak keluarga menyatakan Cardin meninggal di suatu rumah sakit di Neuilly, bagian barat Paris pada hari Selasa.

Adapun Pierre mengawali karier sebagai penjahit ketika usianya 14 tahun. Kemudian di usia 23 tahun, dia pindah ke Paris.

Di ibu kota Perancis itu, Pierre belajar arsitektur dan bekerja dengan rumah mode Paquin. Dirinya juga bekerja dengan desainer Italia, Elsa Schiaparelli.

Pada 1946, Pierre bertemu dengan sutradara film Jean Cocteau dan membantunya merancang kostum untuk film “La Belle et La Bete”.

Di tahun yang sama, desainer kelahiran Italia itu pindah kerja ke Christian Dior.

Di sana, Pierre bekerja sebagai pemotong pola untuk koleksi “New Look” yang feminin pasca-Perang Dunia II.

Koleksi wanita pertamanya diluncurkan pada 1953.

Satu tahun setelahnya, Pierre mendirikan butik pertama yang khusus untuk pakaian wanit. Butik yang diberi nama Eve itu meluncurkan koleksi bubble dress.

Koleksi itu menjadi tren di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat koleksi Cardin memikat perhatian banyak orang.

Tokoh terkenal seperti Eva Peron, Rita Hayworth, Elizabeth Taylor, Brigitte Bardot, Jeanne Moreau, Mia Farrow, hingga Jacqueline Kennedy mengenakan koleksi tersebut.

Dia juga membuat setelan ikonik tanpa kerah untuk The Beatles, serta membantu mendandani klien seperti Gregory Peck, Rex Harrison dan Mick Jagger.

“Sebelum saya, tidak ada desainer yang membuat pakaian untuk pria, hanya penjahit yang melakukannya,” ucap Pierre dalam wawancara tahun 2009 yang diposting oleh Agence France-Presse, seperti dilansir CNBC.

“Saat ini citra perancang busana lebih tertuju pada laki-laki daripada perempuan, benar atau salah. Jadi saya benar 40, 50 tahun yang lalu. “

Selama lebih dari tujuh dekade berkarier di dunia mode, Pierre dikenal dengan ciri khas busana yang memiliki bentuk desain geometris.

Dirinya juga merupakan salah satu orang pertama yang menghadirkan mode kelas atas ke khayalak dan menjual koleksinya di department store sejak akhir 1950-an.

Pada 1970-an, ia menjadi pelopor dalam pencitraan merek (branding), menempatkan namanya di hampir semua hal, termasuk mobil, parfum, pena, rokok, bahkan sarden.

Hal itu membuatnya dijuluki sebagai “branding visionary” oleh The New York Times.

Dalam sebuah artikel pada 2002, The New York Times menyebutkan ada sekitar 800 produk yang menyandang namanya dijual di lebih dari 140 negara.

Meski di akhir usianya sudah tidak lagi mempresentasikan koleksinya di panggung mode, Pierre tetap aktif di industri tersebut, kerap menghadiri pesta dan acara mode, serta membimbing sejumlah desainer muda.

Pierre juga sebelumnya menjadi mentor bagi desainer ternama  Jean Paul Gaultier. Kurnia Prawitasari/fashiondaily.id/03012021

Artikel: www.cnbc.com
Images: Vogue, The Guardian

fashiondaily.id is an online magazine, that captures daily updates on fashion lifestyle trends.

Menu

More Stories
Taylor Swift Rajai Kemenangan di American Music Awards 2020