Bebatuan Tiga Dimensi Nan Eksotis LEMPENG KEDUNG KEMIN

Tinggal di bantaran Kali atau Sungai terkesan kumuh dan tidak menarik sama sekali. Itulah potret Kali di Jakarta beberapa tahun silam. Banyak perombakan dan revitalisasi besar-besaran dalam membangun sebuah Sungai agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kini, di ibukota Jakarta sendiri sudah banyak Sungai yang dijadikan kawasan wisata.

Lain Jakarta, lain juga dengan kota-kota lain di Indonesia. Sungai atau biasa lebih banyak di sebut Kali oleh banyak warga di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur ini sudah banyak menjadi tempat wisata. Ataupun baru dikembangkan menjadi objek wisata yang sangat menarik.

Lempeng Kedung Kemin adalah bagian dari Kali Serang yang bermuara ke laut selatan Jawa yang berbatasan langsung dengan Pantai Glagah. Terletak di Desa Paingan, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Jogjakarta. Terkenal dengan sebutan Watu Tempe Paingan, Lempeng Kedung Kemin ini adalah struktur batuan sedimen klastik batu pasir yang menunjukkan arah dip (kemiringan dalam tiga dimensi).

Konon, lempeng bebatuan ini merupakan petilasan Kiai Sumedang dan hanya dikunjungi warga untuk memancing atau mencari lumut pakan ikan. Namun berkembangnya wilayah ini menjadikan Lempeng Kedung Kemin bisa digunakan untuk berfoto-foto yang berlatar lempeng batuan nan eksotis dan juga sekedar bermain air ataupun berenang karena aliran air sungai disini tidak banyak. Pengelola juga menyediakan sewa ban pelampung untuk anak-anak karena ada beberapa cekungan juga yang cukup dalam yang sudah diberi tanda.

Lempeng Kedung Kemin ini terlihat sangat jelas pada musim kemarau. Lain halnya dengan musim hujan karena berada di aliran Kali Serang, maka akan tertutup dengan air. Sebaiknya bermain kesini pada pagi atau sore hari, selain udaranya yang menenangkan, panas matahari juga tidak terlalu menyengat kulit.

Lempeng Kedung Kemin adalah wisata baru yang mulai dikembangkan pada tahun 2020. Sudah mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas tempat wisata seperti tempat parkir, toilet, mushola dan beberapa pedagang makanan yang tentunya juga tersedia makanan khas Kulon Progo datang dari warga sekitar sehingga membantu ekonomi bergerak.

Tidak hanya oleh warga Kulon progo, namun pengunjung Lempeng Kedung Kemin kini dari berbagai daerah. Akses menuju lempeng ini juga tidak sulit. Berjarak 8 kilometer atau sekitar 20 menit dari kota Wates atau 30 kilometer dari Tugu Jogja. Namun harus berhati-hati karena kontur jalan aspal dan corblok yang halus dan licin. Sampai saat ini tiket masuknya masih gratis hanya tersedia kotak sukarela apabila pengunjung ingin membantu dalam pembangunan lokasi wisata Lempeng Kedung Kemin ini.

Bersantai dan menyegarkan pikiran di lempeng bebatuan menjadi hal baru yang menarik yang bisa dinikmati sambil bercengkrama bersama sahabat, keluarga ditemani kopi dan cemilan khas.

Happy Holiday!

(DiahRestu,  fashiondaily.id , 09 Januari2021)

fashiondaily.id is an online magazine, that captures daily updates on fashion lifestyle trends.

Menu

More Stories
Demi Sehat Naomi Campbell Pantang Beberapa Jenis Makanan